Testing GPRS Axis di Bali

5 07 2008

Setelah menunggu sekian lama (walaupun tidak terlalu berharap), akhirnya Axis si “Nomor Setan” telah beroperasi di Bali (tapi nomornya koq gak ada unsur “666″-nya lagi ya :D ). Sulit sekali untuk mencari berita kapan tepatnya Axis akan beroperai di Bali lewat internet, hingga pada hari minggu kemarin (tanggal 29 Juni ) saya dan teman saya yang kebetulan lagi makan di pujasera dekatnya perempatan Jl. Dewi Sartika deket Airport Ngurah Rai, dikejutkan (sebenernya gak begitu terkejut juga sih :D ) oleh suara rauangan sirine motor polisi disusul dengan dentuman Saloon Speaker dari panggung berjalan berspandukkan “Axis” lewat di depan kami. Wah, sudah bisa ditebak, Axis pasti sudah masuk bali, pikir saya.

Baca entri selengkapnya »





Alternatif Berinternet di Rumah

13 05 2008

Sudah jadi impian saya untuk berinternet murah, bahkan semenjak saya masih mengenakan celana abu-abu. Saya masih inget, waktu itu saya diajak pergi ke Warnet di SMU sebelah SMU saya (kenapa gak ke warnet SMU saya sendiri ? Jawabnya, SMU saya gak punya warnet :D ). Alasan saya pergi ke warnet saat itu adalah berguru kepada teman saya untuk belajar mIRC. mIRC itu semacam program relay chat yang terkenaaal banget waktu itu. (Sekarang mungkin masih iya :D ). Anehnya, saya koq jadi keranjingan chatting ya semenjak itu ? Hmmm …
Baca entri selengkapnya »





Monitor LCD GTC Millenia “Out of Range” di Ubuntu 7.04

23 02 2008

Saya baru saja membeli sebuah monitor LCD 15″” (Merknya GTC Millenia LD-500KT). Saya tidak tahu persis berapa harga aslinya, namun saya berhasil mendapatkan harga yang cukup pantas untuk sebuah monitor LCD 15″”, yaitu seharga Rp. 1.475.000,- (aslinya sih Rp. 1,5 juta, tapi habis saya tawar, penjualnya ngasih diskon Rp. 25.000,- :D ). Karena saya belinya di Bali (Rimo di Denpasar), mungkin harga di daerah Jakarta atau Surabaya bisa lebih murah ? Entahlah, yang penting saya bisa mendapatkan barang ini dengan cepat, nggak begitu peduli sih dengan beda harga yang mungkin terpaut hanya beberapa puluh ribu, toh saya gak beli banyak :D.

Baca entri selengkapnya »





Setting koneksi internet GPRS dialup menggunakan hp di Ubuntu

22 10 2007

Melakukan setting koneksi internet dialup dengan handphone anda sebagai modem di Ubuntu adalah mudah. Berikut adalah langkah-langkahnya :

Baca entri selengkapnya »





Dangdut: budaya Indonesia-kah ?

30 06 2007

Malam minggu sehabis pulang dari lab kampus, saya sudah mendengar sayup-sayup suara dangdut dari kejauhan ketika saya memasuki areal kampung tempat kost saya berada. Mungkin karena itu malam minggu, atau karena memang ada perayaan tertentu (entahlah), diadakan konser dangdut yang panggungnya terletak tepat diantara pertigaan jalan yang menghubungkan kampus saya dan kost saya.

Oalah. sudah menghalangi jalan saya, setibanya di kost saya, eh suaranya malah tambah terdengar keras dan jelas. “Waduh, gak bisa tidur cepet ini”, pikir saya dalam hati. Mengingat kost saya ini ada di tingkat dua dan depannya agak terbuka, jadilah telinga saya harus kemasukan “polusi bunyi” dari konser sebelah …
Baca entri selengkapnya »





Ada apa dengan XL ?

23 06 2007

Sejak masuk kuliah, itulah untuk saya pertamakali dapat HP. Saya masih ingat waktu itu saya dapat HP bekas peninggalan kakak saya (yang sudah bosen dengan modelnya :-) ) yang merknya Nokia. Wah, Nokia bekas kakak saya itu cukup berat dan besar untuk seukuran sebuah HP. Saya taruh di saku saya pun jadi tidak muat karena saking beratnya. He.. he.. he..

Setahun berlalu, akhirnya saya dapat kesempatan untuk melakukan “barter” dengan ayah saya dan saya pun mendapatkan HP Sony Ericsson T-100 ( known as “Terminator” ) yang ringan, ramping, … dan payah ! Ya, payah. Soalnya saya selalu kerepotan dengan baterainya yang sering nge-drop dan melakukan recharging-nya pun susahnya minta ampun! (Apa ini gara-gara memang HP-nya yang bekas ya ?). Entahlah, seingat saya memang teman-teman juga mengalami masalah yang sama dengan charger Sony Ericssson.

Baca entri selengkapnya »





Iwojima dari dua sudut pandang berbeda

13 06 2007

screenshot4.png

Film ini sudah saya tunggu mungkin sejak sekitar setahun yang lalu. Berawal ketika terjadi pembicaraan yang menarik tentang berapa jumlah tentara Jepang yang tersisa setelah perang di Iwojima berakhir. Setidaknya hanya 200-an orang yang tersisa dari sekitar 22.000 personil Jepang yang ada di Iwojima waktu itu (Sumber dari Wikipedia). Saya mengetahui bahwa Client Eastwood akan membuat dan menyutradarai sebuah film yang diambil dari sudut pandang yang berbeda : sudut pandang Amerika dan Jepang. Wow, saya sangat penasaran sekali ingin segera melihat film itu. Dan setelah penantian satu tahun, saya akhirnya dapat menonton film itu. Eh, sayanya terkejut karena yang dimaksud dengan sudut pandang berbeda itu adalah menghasilkan dua film yang berbeda namun mempunyai latar belakang kejadian yang sama (salut buat Clint Eastwood dan Steven Spielberg atas ide briliannya). Dan yang lebih penting lagi, saya melihat film ini tanpa mengeluarkan sapeserpun alias gratis !! Terimakasih banyak untuk teman-teman kampus yang rela meluangkan waktunya untuk mengunduh film ini dengan kualitas gambar yang bagus dan translasi bahasa Inggrisnya …
Baca entri selengkapnya »