Pengalaman Hari Pertama memakai IM2 Broom Unlimited

Sejak membeli modem Sierra AirCard 875U milik temen saya, niatnya sudah (agak) bulat untuk pergi ke Grapari Telkomsel terdekat untuk berlangganan Flash. Sebelum niat saya terlaksana, keburu dengar kabar tak sedap tentang memburuknya koneksi Flash di daerah Denpasar dan sekitarnya, akhirnya niat untuk berlangganan urung terlaksana …

Karena sudah terlanjur membeli (ehm, lebih tepatnya, mencicil😀 ) modem HSDPA, alangkah ruginya kalo cuman dipake koneksi GPRS atau bahkan dianggurin, mengingat selama ini saya sudah cukup puas dengan internet Starone prabayar saya (yang lebih murah berkat NGORBIT-nya si Giring😀 ). Baru pada minggu lalu, denger-denger kabar kalo Indosat mengeluarkan paket unlimited-nya di Bali. Akhirnya pada hari Sabtu kemarin, saya ditemani oleh dua orang (yang sebenernya gak ada keinginan untuk berlangganan internet) untuk pergi ke Galeri Indosat di Jl. By Pass Ngurah Rai. Setelah sabr menunggu selama 1.5 jam (disambi internetan gratis di komputer yang dianggurin deket waiting room ), akhirnya tibalah giliran saya dipanggil oleh mbak2 bersuara datar. “Nomor 331”, itulah nomor urut saya. Dan setelah tanya-tanya sama mbak CS-nya, didapatlah informasi sebagai berikut (sekalian saya share, siapa tahu ada yang belum tahu ) :

Baca lebih lanjut

Beberapa Hal Yang Saya Suka dari Ubuntu Hardy Heron

Pertamakali saya menggunakan Ubuntu adalah pada tahun 2005. Ubuntu saat itu masih 5.04 (Breezy Badger, kalo tidak salah). Saya coba-coba (Baca:iseng) menginstallnya di PC saya, melihatnya, menggunakannya, dan menyimpulkan : ini bisa jadi alternatif selain Windows!

Seiring dengan perkembangannya, Ubuntu selalu berkembang dan memperbaiki kekurangannya di masa lalu. Saya masih ingat, saat itu Ubuntu 5.04 tidak menyediakan DVD Repository. Secara resminya, software aplikasi Ubuntu hanya bisa didapatkan dari internet. Beruntung waktu itu ada teman saya yang mau meminjamkan Ubuntu Add-on miliknya …

Baca lebih lanjut

Testing GPRS Axis di Bali

Setelah menunggu sekian lama (walaupun tidak terlalu berharap), akhirnya Axis si “Nomor Setan” telah beroperasi di Bali (tapi nomornya koq gak ada unsur “666”-nya lagi ya😀 ). Sulit sekali untuk mencari berita kapan tepatnya Axis akan beroperai di Bali lewat internet, hingga pada hari minggu kemarin (tanggal 29 Juni ) saya dan teman saya yang kebetulan lagi makan di pujasera dekatnya perempatan Jl. Dewi Sartika deket Airport Ngurah Rai, dikejutkan (sebenernya gak begitu terkejut juga sih😀 ) oleh suara rauangan sirine motor polisi disusul dengan dentuman Saloon Speaker dari panggung berjalan berspandukkan “Axis” lewat di depan kami. Wah, sudah bisa ditebak, Axis pasti sudah masuk bali, pikir saya.

Baca lebih lanjut

Alternatif Berinternet di Rumah

Sudah jadi impian saya untuk berinternet murah, bahkan semenjak saya masih mengenakan celana abu-abu. Saya masih inget, waktu itu saya diajak pergi ke Warnet di SMU sebelah SMU saya (kenapa gak ke warnet SMU saya sendiri ? Jawabnya, SMU saya gak punya warnet😀 ). Alasan saya pergi ke warnet saat itu adalah berguru kepada teman saya untuk belajar mIRC. mIRC itu semacam program relay chat yang terkenaaal banget waktu itu. (Sekarang mungkin masih iya😀 ). Anehnya, saya koq jadi keranjingan chatting ya semenjak itu ? Hmmm …
Baca lebih lanjut

Monitor LCD GTC Millenia “Out of Range” di Ubuntu 7.04

Saya baru saja membeli sebuah monitor LCD 15″” (Merknya GTC Millenia LD-500KT). Saya tidak tahu persis berapa harga aslinya, namun saya berhasil mendapatkan harga yang cukup pantas untuk sebuah monitor LCD 15″”, yaitu seharga Rp. 1.475.000,- (aslinya sih Rp. 1,5 juta, tapi habis saya tawar, penjualnya ngasih diskon Rp. 25.000,-😀 ). Karena saya belinya di Bali (Rimo di Denpasar), mungkin harga di daerah Jakarta atau Surabaya bisa lebih murah ? Entahlah, yang penting saya bisa mendapatkan barang ini dengan cepat, nggak begitu peduli sih dengan beda harga yang mungkin terpaut hanya beberapa puluh ribu, toh saya gak beli banyak😀.

Baca lebih lanjut