Dangdut: budaya Indonesia-kah ?

Malam minggu sehabis pulang dari lab kampus, saya sudah mendengar sayup-sayup suara dangdut dari kejauhan ketika saya memasuki areal kampung tempat kost saya berada. Mungkin karena itu malam minggu, atau karena memang ada perayaan tertentu (entahlah), diadakan konser dangdut yang panggungnya terletak tepat diantara pertigaan jalan yang menghubungkan kampus saya dan kost saya.

Oalah. sudah menghalangi jalan saya, setibanya di kost saya, eh suaranya malah tambah terdengar keras dan jelas. “Waduh, gak bisa tidur cepet ini”, pikir saya dalam hati. Mengingat kost saya ini ada di tingkat dua dan depannya agak terbuka, jadilah telinga saya harus kemasukan “polusi bunyi” dari konser sebelah …

Kalu saya pikir-pikir, di tempat saya tinggal ini (tepatnya juga berbagai daerah di Indonesia), dangdut itu sudah lumrah, utamanya bagi kalangan menengah ke bawah. Kebetulan letak kost saya memang terletak di pemukiman kelas menengah ke bawah (saya memilih tempat kost disini karena alasan ekonomis dan dekat dengan kampus). Kalau saya amati, konser dangdut yang bisasanya diadakan itu umumnya dilakoni oleh penyanyi dangdut wanita dan rata-rata audiensnya adalah kamu pria! Memangnya ada yang aneh ya dengan itu?

Yup. Memang ada yang aneh. Dimana letak keanehannya ? Letak keanehannya adalah bahwa penyanyi dangdut itu umumnya selalu wanita! Padahal kalau kita lihat di kontes dangdut yang ada di Televisi, lumayan banyak juga pedangdut prianya, dan kualitas vokal mereka juga gak kalah dengan yang wanita. Nah, ketika turun ke konser panggung terbuka di kampung-kampung, hampir 100% penyanyinya adalah wanita! Dan anda bisa menebak, pakaian mereka rata-rata glamor, ketat, dan tampaknya emmang disengaja untuk mengundang syahwat para audiens mereka yang sudah pasti adalah kaum pria …

Jujur saya tidak suka dengan fenomena yang terjadi semacam ini, baik pribadi karena mengganggu jam tidur saya (argh!), secara umum juga jelas merusak moral masyarakat. Kenapa merusak moral?

Saya pernah berdialog dengan teman saya yang memang kritis dengan fenomena sosial yang ada di sekitar. “Kamu sadar nggak kalo lirik dangdut itu mesti bertemakan kehidupan sosial ?”, ujarnya. Kehidupan sosial disini maksudnya itu seperti kemiskinan, perselingkuhan, kesedihan, dan lain sebagainya. Untuk dapat lebih mengerti maksud saya, coba anda ingat-ingat judul lagu dangdut yang anda kenal dan coba telaah dengan seksama. Toh walaupun memang lirik lagu dangdut memang sesuai dengan keadaan faktual yang ada di lapangan, alangkah tidak wajar kalau kita menghipnotis orang miskin untuk semakin tenggelam dengan kemiskinannya …

Serba salah memang. Kalau memang kita mau menghentikan dan membubarkan dangdut, tentu tidak semudah itu. Diantara 260 juta rakyat Indonesia, saya berani taruhan pasti banyak lebih suka dangdut daripada orang yang tidak suka dangdut. Walhasil, dangdut tetap berjaya. Dangdut itu kalau boleh saya analogikan adalah seperti benalu yang tetap mencekik masyarakat kita selama masyarakat kita masih miskin dan bodoh. Kalau memang kita mau tidak boleh ada dangdut, tentunya berangus dulu kebodohan dan kemiskinan di negeri ini. Insyaallah kalau taraf pendidikan masyarakat kita meningkat, minimal mereka akan bisa berpikir jernih dan lebih objektif mengekespresikan dangdut yang mereka suka.

17 thoughts on “Dangdut: budaya Indonesia-kah ?

  1. Dangdut pesta musikal of my country…
    yihaaaaa..!
    Tariiiik…mas…
    Tapi mo gimana lagi dasar dangdut yang mempersatukan negeri ini di alam barzah.
    Xixixixixi

  2. @Hadiy: Had, kamu jangan dangdutan di sini dong plz …

    @arul: dimana lagi kita bisa menemukan dangdut selain di Indonesia ?

    @Ronsen: Waduh, sori. Anda penyanyi dangdut ya ? Saya sebenarnya juga suka dengan dangdutnya Bang Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, dan juga di KDI. Cuman ya itu, ketika kita melihat kondisinya bahwa dangdut mengalami peyorasi semacam ini, gimana gak gerah ? Kan kasihan penyanyi dangdut cowok kita orderannya sepi karena orang maunya pedangdut cewek yang seksi🙂

  3. dangdut? maknyusss! mang si gw g sk ma yang namanya dangdut, tp ya mo gmn lg, klo ad musik dangdut si…bergoyang jg!!!
    Hidup dangduters!!!
    Bnr dh…dangdut is the musik of my country
    Hehehe….

  4. iya,betul itu,aku anggap jika orang bikin lagu dangdut jaman sekarang isinya cinta cintaan di tambah lagu yang elek sedih sedih gitu,pake bahasa korea dikit ya! nega (aku) juga setuju,pantesan dangdut di anggap jelek,jangan juga terlalu banyak cengkok!!,lagu jablai toh liat sisi uniknya,gak terlalu hueek..!kan,gak bawa cengkok,n instrumental juga beda,MULAI SEKARANG MARI KITA PUTUSKAN AGAR DANGDUT BEREVOLUSI DAN TIDAK SEKEDAR MENJADI SINDIRAN SEBAGIAN MASYARAKAT,KAMSAHAMNNIDA….

  5. koniciwa,gua juga setuju ama semua,emang kagak ada apa yg laen dikit,dangdut cuman lagoe kampoengan..!kagak ada yg berubah,bikin kek yg beda di telinga masyarakat,gwa cuman nambahin dikit,klo lebih menarikan bisa dangdut campur keroncong pake bahasa cina ato jepang,jadi lagunya bisa dibawa’in ama chen sin di indosiarkan,nah klo situ ada orang luar negri bakalan suka terus dia bicara ke teman temannya,nah! bisa untungkan!

  6. betoel,saya sangat setoejoe dengan apa jang disampaikan dengan semoeanya,jadi,kapan kita beli yuk kaset dangdut yang keluaran kayak gini,klo masih ada yang layak gituan sih,bakar aja,ama di injak injak!

  7. dangdut adalah budaya indonesia. saya harap dangdut jangan terlalu dianggap musik kampungan. pada tahun 80 dangdut bisa berjalan sebagaimana mestinya. sejak tahun 2000 keatas dngdut mengalami perubahan. sekarang ini dangdut sengat dilecehkan oleh pendatang baru yg so modern. dengan penampilan yg tdk sopan. anda tdk bs menyalahkan dangdut. anda mesti berpikir dewasa. anda tahu kan musik dangdut yang sebelum bagaimana dengan yang sekarang. sekarang ini artis dangdut sudah siap menghuni neraka liat aja penampilan dewi persik, inul dll apa artis dangdut sebelumnya ada seperti itu. skrg ini bkn hnya pnyayi dangdut yg tampil seksi. liat aja agnes, shanty, dll. yg mestinya disalahkan itu adalah orangnya bukan dangdutnya. tau…..!!!!!!!

  8. budaya indonesia dalah budaya yang paling kaya akan berbagai masukan dari berbagai budaya yanglain, termasuk dangdut yang merupakan pemaduan musik india, lirik arab dan goyangan indonesia. coba bayangkan musik ini adalah musik yang sangat populis di telinga rakyat di tanah air. jangan sampai kita biarkan musik dangdut hilang tergilas oleh budaya pop yang kebanyakan orang menganggapnya itu adalah sebuah jajahan ideologi barat yang hedonis dn materalis.,

  9. bukannya itu sebabnya dangdut adalah musik yang bisa bikin orang bergoyang, biar setidaknya mereka bisa sejenak melupakan masalah mereka. kenapa dangdut juga banyak menjamur di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah, karena mungkin easy listening dan musiknya bisa diterima oleh mereka. masalah penyanyi yang pakaiannya vulgar, itu yang memang harus dibenahi.

  10. untuk mengukur suatu jenis musik itu sukses. emang dilihat dimasyarakat nya. dangdut sudah sukses dimasyarakat. sukses buat ngancurin moral masyarakat . dangdut tanpa terlihat cangcut biduan,mimpi kali ya. kita lihat saja di masyarakat, apa sih bedanya biduan dangdut sama psk.? paling hanya beda di gengsi doang. yang blom mengerti dangdut coba ikutin kehidupan pedangdut itu gimana, knapa mereka sampai mau begitu

    • Saya stuju banget gan…. !! Kebanyakan orang bodoh dan miskin yg saya temukan di indonesia kebanyakan menyukai yang namanya dangdut. Lebaih parahnya saya pernah nemuin orang yg saya cap iq jongkok .. sebab dia belajar menjahit di konveksi saya dah 3 tahun belum pandai2 masih bodoh juga.(rata2orang belajar menjahit 6 bulan). Dah berpuluh orang yang nyusul dia hahah … . Dan hobinya si bodoh itu dangdut.. lebih parahnya dangdut yg tak senonoh.. seperti belah duren. Hamil duluan. Dll. Pernah sekali saya lihat si bodoh itu lagi onani sambil nonton video clip dangdut hadoiiiiiiiii…..!! Inikah perusak otak dan moral manusia…? Ya memang betul.. fakta kebanyakan orang yg pernah saya temukan seperti itu.. sekurang kurangnya pasti kalau di ajak ngmong gak nyambung kadang kalau maukalah pendapat mencampurkan perkara lain kedalam obrolan atau mengalihkan obrolan.. atau orang bodoh suka dangdut itu suka seenaknya aja sama barang punya orang .rokok cuing ambil.hp pinjam 1/2 minggu plak 3 bulan baru datang dalam keadaan rusak itupun saya tanyain kalau tak ditanyakan ntah kemana perginya .. .tak tau malu….. ya la tak tau malu moralpun dah rusak gara2 dangdut..terus kalau panggil nama orang seenaknya satu lagi yg paling menonjol bila merekan di suruh bicara bahasa indonesia yang baik dan benar mereka pasti tidak bisa …. !!

  11. Bukan hanya dangdut yg tak senonoh film2 indonesia dari jaman dulu hingga sekanrang makin berani membuat film semi.

    No DANGDOT
    No Film semi

    Itu semua tak patut di contoh……!!!! Dan hanya akan membuat masyarakan jadi bego…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s