Beberapa Hal Yang Saya Suka dari Ubuntu Hardy Heron

Pertamakali saya menggunakan Ubuntu adalah pada tahun 2005. Ubuntu saat itu masih 5.04 (Breezy Badger, kalo tidak salah). Saya coba-coba (Baca:iseng) menginstallnya di PC saya, melihatnya, menggunakannya, dan menyimpulkan : ini bisa jadi alternatif selain Windows!

Seiring dengan perkembangannya, Ubuntu selalu berkembang dan memperbaiki kekurangannya di masa lalu. Saya masih ingat, saat itu Ubuntu 5.04 tidak menyediakan DVD Repository. Secara resminya, software aplikasi Ubuntu hanya bisa didapatkan dari internet. Beruntung waktu itu ada teman saya yang mau meminjamkan Ubuntu Add-on miliknya …

Ketika mengerjakan TA (Tugas Akhir), lagi-lagi saya iseng menginstall Ubuntu 6.06 di PC Kampus. Mungkinkah saya bisa mengerjakan aplikasi TA saya dengan (hanya) Ubuntu saja? Saya benar-benar ingin mengetahuinya. Dengan beberapa pertimbangan aplikasi yang bisa saya gunakan di Ubuntu waktu itu : Ada NetBeans sebagai IDE, JDK khusus linux, Apache Tomcat yang memang bisa dijalankan di Linux ataupun Windows, MySQL yang tentu saja tidak bisa dipisahkan sebagai satu kesatuan LAMP, dan yup, semuanya bisa dipenuhi dengan Linux Ubuntu, dan akhirnya sayapun menjalankan rencana. Dan akhirnya, aplikasi TA saya sukses dibuat sampai selesai dengan (hanya) Ubuntu 6.06! Yup, secara pribadi saya benar-benar yakin bahwa Ubuntu pantas untuk disandangkan sebagai alternatif pilihan selain Windows (bahkan mungkin bisa menggantikan? Hmm, kita lihat saja nanti😉 )

Secara singkat, beberapa hal yang saya suka dari Ubuntu Hardy Heron (versi yang saya pakai sekarang) adalah sebagai berikut :

1.Semuanya serba gratis!

Yup. Anda bisa mendapatkan semua aplikasi yang anda butuhkan di Ubuntu secara gratis, alias tanpa bayar sepeserpun. Dan yang lebih penting lagi, anda tidak perlu membajak software (yang seperti kita orang Indonesia biasa lakukan😀 ) karena software gratis tidak perlu dibajak. Yup, hanya orang bodoh yang merampok barang gratis :>.

2.Repositori aplikasi yang lengkap

Anda tidak perlu mencari-cari aplikasi yang anda butuhkan dari tempat yang terpisah dan berbeda-beda. Anda cukup melakukan setting repositori anda dan anda cukup melakukan pencarian melalui “Add/Remove …” (Atau lewat Synaptics Manager). Jika anda tidak mempunyai koneksi internet yang cukup kencang, anda bisa mendapatkan paket DVD Repositori (5 buah) yang meliputi hampir semua aplikasi yang anda butuhkan, dan tetap gratis (kecuali untuk biaya Burn CD dan pengirimannya).

3.Koneksi internet dengan modem/hp terasa sangat mudah.

Ini adalah pengalaman pribadi saya, jadi tiap individu mungkin punya pendapat yang berbeda-beda. Melakukan koneksi internet memakai HP Nokia 6020 di Windows terasa ribet, ini karena HP Nokia 6020 sering rewal tidak mau didetek oleh Nokia Application Suite yang terinstall di Windows saya. Dan entah, akhir-akhir ini saya tidak bisa lagi melakukan koneksi lewat Windows karena secara aneh, koneksi internet hanya bisa melakukan “received byte” dan tidak bisa melakukan “sent byte”. Karena malas untuk mencari solusinya, saya kini melakukan aktifitas browsing di Ubuntu (sedang Windows hanya saya pakai untuk main games bajakan .. hihihi). Tinggal ketik “wvdial” dan huplaa, saya telah tersambung dengan internet. Untuk cara pemakaiannya bisa dilihat disini.

4.Kebebasan untuk mengatur penampilan Ubuntu kita.

Sebenarnya kita tidak diwajibkan untuk terus memakai tampilan default Ubuntu . Kita bisa dengan bebas mengunduh dan menginstall theme yang kita mau. Sebagai contoh, saya sangat menyukai theme gnome yang bernama “Clearlooks Wise”. Skrinsyutnya bisa dilihat dibawah :

ClearLooks Wise

ClearLooks Wise

5.Dukungan komunitas yang kuat.

Tak ayal lagi bahwa ketika kita dihadapkan pada suatu teknologi, tentunya kita mengharapkan dukungan. Dukungan yang dimaksud adalah bantuan dikala kita mengalami kesulitan atau menghadapi hambatan dalam menggunakan teknologi itu. Ketika software propietary mengandalkan support service-nya, produk open source mengandalkan komunitasnya. Untuk bisa mengukur seberapa handal suatu aplikasi open source, kita bisa melihat dari komunitas yang ada dibelakangnya. Jika komunitasnya beranggotakan banyak pemakai, mempunyai sarana komunikasi yang cukup (seperti milis, forum, dll) itu bisa menandakan bahwa software open source itu cukup reliable, karena prinsipnya, semakin banyak yang memakai, semakin banyak bug yang bisa ditemukan, dan semakin handal pula software open source dari hari ke hari.

Tak ubahnya Ubuntu. Untuk lingkup Indonesia, anda bisa mendapatkan banyak pemakai Ubuntu dan tidak sedikit yang telah ahli dan bisa membantu anda dalam memecahkan persoalan terkait Ubuntu. Anda bisa bertanya seputar masalah yang anda hadapi di milis ubuntu indonesia : id-ubuntu@googlegroups.com (namun perlu diingat untuk membaca peraturan milisnya karena seingat saya milis ini cukup ketat mengenai tata cara posting).

Berikut ini beberapa situs yang berkaitan dengan Ubuntu :
Situs Resmi Ubuntu : http://www.ubuntu.com/
Pesan CD Ubuntu : https://shipit.ubuntu.com/
Komunitas Ubuntu Indonesia : http://www.ubuntu-id.org/

5 thoughts on “Beberapa Hal Yang Saya Suka dari Ubuntu Hardy Heron

  1. @alfathani :
    weks, 5.10 ? Udah jadul banget kali, Boss. Mending donlot yang terbaru terus diburn ISO-nya. Kalo gak kuat sama benwitnya, bisa pesen di komunitas ubuntu indonesia (kalo gak salah di wikinya http://www.ubuntu-id.org ) ada tuh, daftar dealer distributor ubuntu beserta kotanya.

    Saya masih pemula di Ubuntu, juga di Linux. Sejauh ini pake ubuntu fine-fine aja tuh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s